Subhanallah, bulan suci itu datang lagi. Berarti ini adalah Ramadhan ke-6 bersama kekasihku. Jauh-jauh hari sudah dihembuskan semangat berlatih mengisi Ramadhan, walau tak seperti para sahabat Rasulullah yang 6 bulan sebelumnya sudah menghitung dengan cermat apa yang akan dilakukan dan dipersiapkan untuk tamu agung ini.
Sebuah daftar isian dibuat dengan beberapa kutipan hadist yang kuharap bisa menjadi penyemangat kala keletihan dan kemalasan mulai melanda.
"Barangsiapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni"
Yup, hari pertama Alhamdulillah bisa dilewati dengan baik (semoga Allah menerima shaumku dan shaum saudara-saudaraku yang lain). R@, pagi ini aku baca tulisanmu, Subhanallah bagus banget. R@ emang berbakat jadi penulis yang handal. Aku yang sejak SMA semangat menulis jadi termotivasi lagi. Duh R@ kangen banget, kangen saat2 kita di kampus dulu. Begitu banyak wasilah yang bisa kita manfaatkan untuk mengisi Ruh ini, begitu bertebaran kalimat2 tausiyah penghapus dahaga. Fastabiqul khoirot, itu yang selalu kutangkap dari wajah2 letih teman2 kala berjumpa, tapi wajah2 itu senantiasa memancarkan keteduhan yang luar biasa.
R@, aku bimbang dengan jalan yang kupilih, anak2ku sudah 2 hari ini protes minta aku ga kerja. Selepas tilawah ba’da shubuh, ada saja yang mereka lakukan untuk menghalangiku pergi. Tadi Hilmy menangis, dia menangis keras sekali. Berkali-kali dia bilang, "Mi, mas sayang Ummi, Ummi jangan bekerja." Duh hati Ibu mana yang tega mendengar kata2 seperti itu keluar dari mulut anak 4 tahun?? Setelah dibujuk ia pun berhenti menangis, tapi ga berapa lama adiknya yang gantian menangis, dia bilang "Ummi, ganti baju, jangan kerja. Aisy sayang Ummi." Suami hanya tersenyum, R@ aku harus bagaimana??
Lelah dan letih tidak hanya menyusupi badanku, pikiranku pun sudah mulai terserang virus jumud. Syiar yang kutebar mulai surut kulakukan. Aku tekor, ga ada semangat lagi buat bergerak. Sepertinya bukit dan gunung makin besar di hadapanku, makin memuatku malas. Beberapa artikel tentang ibu kerja dan ibu rumah tangga serta tayangan oprah beberapa waktu lalu semakin mengacaukan pikiranku yang memenag kalut belakangan. Aku kembali terbentur masalah ini, seakan-akan aku masih terus dan terus mencari pembenaran atas pilihanku untuk menjadi seorang ibu pekerja. Lelah, aku lelah sekali. Padahal kerjaku sebagai pns gak banyak menguras tenaga dan pikiran sebagaimana pekerjaanku sewaktu di swasta.
Betulkahkeputusanku untuk menjadi ibu pekerja hanya kedok atasketidaksiapanku menghadapi masa depan atau memang hanya sebuah perlindungan atas ketidakpedeanku atas peran2 mulia seorang ibu di rumah tangga atau seperti seseorang yang pernah tulis itu hanya persembunyian atas kerendahdirian seorang wanita?????
Duh begitu hinanyakah pilihan menjadi ibu pekerja??? Yang jelas aku belum memerankan secara maksimal peran ibu pekerja, dan belum bisa membuat konsep yang baik akan peran seorang ibu??? Padahal aku berkejaran dengan waktu untuk mengisi dan mewarnai Golden age anak2ku. Duhai Rabbi, Yang Maha Pembolak-balik hati, beri hamba petunjuk-Mu.
Yang jelas R@, aku terinspirasi banget sama tulisan2 kamu. Aku termotivasi juga oleh saran2 yang Ummiku berikan tiap pekan juga oleh teman kita dan tausiyah harian suamiku, bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, bahwa setiap konsekuensi menuntut kesiapan diri membuat rencana2, bahwa setiap rencana memerlukan pemikiran yang matang, bahwa setiap pikiran membutuhkan referensi yang banyak agar bisa lebih luas dan jernih.
Alhamdulillah dengan datangnya Ramadhan, semoga hati ini menjadi tenang sehingga bisa menata kembali emosi dan rencana kehidupanku, semoga Allah juga memberikan kita kemudahan untuk bisa memanfaatkan Ramadhan ini dengan kebajikan sebaik mungkin.
Tausyah, dukungan, semangat, senyuman dan do’a sangat kuharapkan dari semua orang, agar aku bisa memecahkan masalah dan bisa berkontribusi untuk ummat.
Taqabbalallahu Minna wa Minkum.
Selamat beribadah buat semua orang yang kusayangi dan kucintai karena Allah di jalan panjang nan berliku ini. Semoga Allah mempertemukan kita dalam kebajikan dan di Jannah-Nya nanti. Amiiiiiiiiiiiiiiiiii…..nnn