Episode Baru Dalam Kehidupanku

December 23rd, 2008 by fanfeiting79

Mahasiswa, wah dah lama gak menyandang predikat itu. Sejak keluar dari Balairung UI Depok, 25 Agustus 2001 predikat itu telah luntur. Gak kepikir kapan bisa nerusin kuliah lagi, yang ada saat itu gimana caranya bisa membahagiakan orang tua yang kadung bangga anaknya diwidusa di Depok.

Pun, saat mulai menyiapkan berkas buat tes masuk PNS segudang harapan bisa kuliah lewat jalur beasiswa makin membuncah. Tapi nggak kepikiran waktunya bisa kulliah lagi. Peta hidup sih ada, kapan S2 kapan S3 kapan bikin buku, kapan naik haji, keliling dunia, punya kapal pesiar, mau ngebangkatin Mama n Bapak ke Mekah, semua tercatat rapi didalamnya. Kalo suami sih mendukung aja dengan gaya cueknya.

Alhamdulillah, dari peta hidup yang ada so far sudah tercapai untuk target jangka pendek. Termasuk punya rumah (walau kata teman S nya banyak banget, maklum kantong PNS yang ga punya sampingan) Cuma bisa bersyukur dan berusaha. Kata misua kalo kita bersyukur Allah kan menambah rizki kita. Amiiin.

Subhanallah pintu itu terbuka dan Allah mengabulkan doa itu. Alhamdulillah, syukur tak putus2 dipanjatkan, aku lulus ujian masuk S2. Hebatnya lagi, gratis. Biarin deh THR kemarin di-eman2 buat biaya tes masuk, ternyata ada hasilnya. Makasih ya buat Hilmy dan Aisy yang harus merelakan merayakan Idul Fitri dengan sederhana, terima kasih buat Mama dan Bapak juga semuanya atas do’a dan dukungannya. Specially buat Yayangku tercinta yang harus rela “dimusuhin” selama aku belajar buat tes masuk.

Tekad makin bulat, harus makin bersyukur dan bisa membagi waktu biar kegagalan meraih prediukat cum laude sebelumnya bisa tercapai. Amin, amin, amin………..

Semoga episode baru ini jadi episode yang indah dari film kehidupanku. Semoga juga bermanfaat bagi dunia dakwah yang mulai kusambangi lagi, Biar gak makin ketinggalan barisan orang-orang sholeh yang terus menisbatkan hidupnya untuk menghidupi dakwah. Walau harus berlari terseok2…

Fabiayyi alaaaa i Rabbikuma Tukadzdzibaaaan????

Kehidupan Sesungguhnya

May 11th, 2008 by fanfeiting79

Kala masalah datang, bimbang, ragu, resah, sedikit renungan menambah ketenangan. Kajian pekanan yang rutin disambangi seakan menjadi oase di tengah grun pasir nan terik.

Rutinitas sebagai abdi negara telah sedikit mengikis azzam yang telah tertanam belasan tahun di dunia pendidikan. Khilaf, klise memang… Tapi untuk seorang du’at fatal akibatnya, terlalu banyak pemakluman atas kelalaian dalam mengelola waktu, pikiran, tenaga bahkan dana.

Akibatnya, dialog2 dengan Sang Pencipta terasa hambar tanpa makna, muhasabah harian kering tanpa makna, rencana terpapar tanpa tindak lanjut. Evaluasi pekanan yang diisi pun hanya sekedar syarat bahwa kewajiban dan target minimal telah terlewati. Masya Allah, bagaimana jika para pengusung dakwah semua mengalami hal yang sama??

Oase itupun datang, jika tidak karena Kemurahhatian Sang Pemilik Nyawa, entah apa lagi yang dilakukan raga ini, seolah sudah kehilangan makna hidup, duniawi sudah sedemikian merasuk dalam keseharian, dalam setiap helaan nafas, dalam setiap denyut jantung. Rabb, terima kasih. Penjelasan tentang Kehidupan yang sebenarnya telah menyadarkan hamba-Mu, tiada lagi waktu untuk bersantai karena perjalanan menuju kehidupan kekal semakin dekat, ia hanyalah Keputusan-Mu yang ditunda, siapa yang bisa mengetahuinya, siapa yang bisa memperhitungkan kapan ia akan tiba.

Bagaimana jika saat itu datang sekarang, apa yang bisa hamba bawa. Tidak sanggup rasanya membayangkan bertemu dengan yang dirindu dengan membawa begitu banyak kenistaan dan noda. Tidak terbayang bagaimana harus menyaksikan film tentang kemaksiatan yang dilakukan diri sendiri.

Ya Rabb, terima kasih telah Engkau datangkan hamba kepada teman2 yang sholeh dan sholehah sebagai pengingat………

Seorang teman pernah berkata, seharusnya kita berterima kasih bahwa telah ada orang-orang yang mau menyampaikan kebaikan kepada kita, ditempatkan kita pada lingkungan dimana mereka beraktivitas, karena jika itu tidak kita dapatkan tidak akan kita menjadi seperti yang sekarang ini. Mungkin sudah menjadi pecandu narkoba, penganut seks bebas, atau bahkan hal-hal lain yang lebih buruk. Kapan kita akan memikirkan kehidupan yang sesungguhnya jika itu sudah menjadi bagian dari keseharian kita?? Apakah kita hanya akan menjadi beban bagi ummat saja??   

Rabb, begitu Luas Kasih sayang-Mu, begitu banyak nikmat-Mu, semoga renungan akan kehidupan kekal membangunkan hamba dari kelengahan berkepanjangan.

Rabb, jadikan hamba sebagai perindu kehidupan kekal, sebagai perindu yang juga Engkau rindukan, sebagai hamba yang mencintai dan Dicintai-Mu

…………………………………………

Baiti Jannati

April 29th, 2008 by fanfeiting79

Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu Akbar, tiada henti puja dan puji hanya untuk Rabb semesta alam.

Sebuah rumah mungil, akhirnya menjadi tempat untuk kami berempat merajut indahnya kebersamaan dalam bingkai keluarga. Semoga mungilnya istana kami tidak menjadikan kami menjadi orang-orang yang kerdil dan berhati sombong tidak pula menjadikan kami orang-orang yang kufur nikmat.

Ya Allah, hanya karena Kasih sayang dan Kemuarahan-Mu lah kami bisa menempati istana mungil kami. Semoga kami mampu menjadikannya sebagai penambah semangat dalam berda’wah dan mendidik hati serta anak2 kami sebagaimana contoh Rasul-Mu yang mulia.

Ramadhan

September 13th, 2007 by fanfeiting79

Subhanallah, bulan suci itu datang lagi. Berarti ini adalah Ramadhan ke-6 bersama kekasihku. Jauh-jauh hari sudah dihembuskan semangat berlatih mengisi Ramadhan, walau tak seperti para sahabat Rasulullah yang 6 bulan sebelumnya sudah menghitung dengan cermat apa yang akan dilakukan dan dipersiapkan untuk tamu agung ini.

Sebuah daftar isian dibuat dengan beberapa kutipan hadist yang kuharap bisa menjadi penyemangat kala keletihan dan kemalasan mulai melanda.

"Barangsiapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni"

Yup, hari pertama Alhamdulillah bisa dilewati dengan baik (semoga Allah menerima shaumku dan shaum saudara-saudaraku yang lain). R@, pagi ini aku baca tulisanmu, Subhanallah bagus banget. R@ emang berbakat jadi penulis yang handal. Aku yang sejak SMA semangat menulis jadi termotivasi lagi. Duh R@ kangen banget, kangen saat2 kita di kampus dulu. Begitu banyak wasilah yang bisa kita manfaatkan untuk mengisi Ruh ini, begitu bertebaran kalimat2 tausiyah penghapus dahaga. Fastabiqul khoirot, itu yang selalu kutangkap dari wajah2 letih teman2 kala berjumpa, tapi wajah2 itu senantiasa memancarkan keteduhan yang luar biasa.

R@, aku bimbang dengan jalan yang kupilih, anak2ku sudah 2 hari ini protes minta aku ga kerja. Selepas tilawah ba’da shubuh, ada saja yang mereka lakukan untuk menghalangiku pergi. Tadi Hilmy menangis, dia menangis keras sekali. Berkali-kali dia bilang, "Mi, mas sayang Ummi, Ummi jangan bekerja." Duh hati Ibu mana yang tega mendengar kata2 seperti itu keluar dari mulut anak 4 tahun?? Setelah dibujuk ia pun berhenti menangis, tapi ga berapa lama adiknya yang gantian menangis, dia bilang "Ummi, ganti baju, jangan kerja. Aisy sayang Ummi." Suami hanya tersenyum, R@ aku harus bagaimana??

Lelah dan letih tidak hanya menyusupi badanku, pikiranku pun sudah mulai terserang virus jumud. Syiar yang kutebar mulai surut kulakukan. Aku tekor, ga ada semangat lagi buat bergerak. Sepertinya bukit dan gunung makin besar di hadapanku, makin memuatku malas. Beberapa artikel tentang ibu kerja dan ibu rumah tangga serta tayangan oprah beberapa waktu lalu semakin mengacaukan pikiranku yang memenag kalut belakangan. Aku kembali terbentur masalah ini, seakan-akan aku masih terus dan terus mencari pembenaran atas pilihanku untuk menjadi seorang ibu pekerja. Lelah, aku lelah sekali. Padahal kerjaku sebagai pns gak banyak menguras tenaga dan pikiran sebagaimana pekerjaanku sewaktu di swasta.

Betulkahkeputusanku untuk menjadi ibu pekerja hanya kedok atasketidaksiapanku menghadapi masa depan atau memang hanya sebuah perlindungan atas ketidakpedeanku atas peran2 mulia seorang ibu di rumah tangga atau seperti seseorang yang pernah tulis itu hanya persembunyian atas kerendahdirian seorang wanita?????

Duh begitu hinanyakah pilihan menjadi ibu pekerja??? Yang jelas aku belum memerankan secara maksimal peran ibu pekerja, dan belum bisa membuat konsep yang baik akan peran seorang ibu??? Padahal aku berkejaran dengan waktu untuk mengisi dan mewarnai Golden age anak2ku. Duhai Rabbi, Yang Maha Pembolak-balik hati, beri hamba petunjuk-Mu.

Yang jelas R@, aku terinspirasi banget sama tulisan2 kamu. Aku termotivasi juga oleh saran2 yang Ummiku berikan tiap pekan juga oleh teman kita dan tausiyah harian suamiku, bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, bahwa setiap konsekuensi menuntut kesiapan diri membuat rencana2, bahwa setiap rencana memerlukan pemikiran yang matang, bahwa setiap pikiran membutuhkan referensi yang banyak agar bisa lebih luas dan jernih.

Alhamdulillah dengan datangnya Ramadhan, semoga hati ini menjadi tenang sehingga bisa menata kembali emosi dan rencana kehidupanku, semoga Allah juga memberikan kita kemudahan untuk bisa memanfaatkan Ramadhan ini dengan kebajikan sebaik mungkin.

Tausyah, dukungan, semangat, senyuman dan do’a sangat kuharapkan dari semua orang, agar aku bisa memecahkan masalah dan bisa berkontribusi untuk ummat.

Taqabbalallahu Minna wa Minkum.

Selamat beribadah buat semua orang yang kusayangi dan kucintai karena Allah di jalan panjang nan berliku ini. Semoga Allah mempertemukan kita dalam kebajikan dan di Jannah-Nya nanti. Amiiiiiiiiiiiiiiiiii…..nnn

Bimbang

August 20th, 2007 by fanfeiting79

Alhamdulillah, Allah masih memberikan nikmatnya kehidupan dan umur. Semoga hari ini bisa kuisi dengan hal2 positif.

Pas, naik P20 seperti biasa kalo ga ada jemputan, Tarbawi kukeluarkan. Mmmmmh dah 3 edisi tp belum kubaca semua, abis kalo naik jemputan enakan dengerin Murottal sekalian murojaah hafalan. Kalo di P20 mana bisa, bising banget.

Sambil ingat2 agenda apa yang ada hari ini. Kasih ucapan selamat buat teman2 yang ultah n baru walimah. Wuaaah serunya. Harusnya aku masih di rumah sama ilmy n Aisy, harusnya aku nemenin mereka sarapan sambil cerita tentang sahabat, harusnya aku mengajar mereka tentang kehidupan, harusnya mereka belajar yang baik2 tentang perilaku dari aku. Harusnya akulah orang yang selalu mendampingi mereka, bukan ibu. Harusnya aku!!!!!!!!

Itu cita2ku sejak kuliah, aku ga akan kerja minimal sampai Golden Age anak2ku terlewati dengan baik, sampai mereka bisa membaca Qur’an dengan fasih sebagaimana aku tersihir kalo mendengar Murottal para Imam masjid yang termashur itu.

Maafkan Ummi ya??

Pilkada DKI Jakarta

August 5th, 2007 by fanfeiting79

Jum’at lalu, 03 Agustus di depan kantor macet total, wuah………males pulang. Persis depan kantor di Brojosumantri ada Foke yang lagi kampanye, di Parkir Timur Senayan ada Adang-Dani yang mengerahkan 300.000 masanya. Para pendukung ketemu di daerah Kuningan, jalur Busway pun tak luput dari kemacetan, ga bisa bergerak.

Semoga Pilkada pertama di Jakarta ini lancar, ga ada lagi pihak2 yang dirugikan krn hasrat tuk berkuasa yang terlalu besar.

Suami telp berkali2 memperdengarkan para orator berkampanye. Sebellllllllll, ngiri deh, gak bisa ikutan kampanye. Yap, karena sudah menjadi PNS, akhirnya cuma bisa berdo’a semoga teman2 yang apatis mau mempergunakan hak pilihnya. Kalo bukan kita yang berpartisipasi siapa lagi??? Betul ga?????

Kalo baca koran hari ini, menurut Intelijen Cina dan AS jagoanku bakal menang. Amiiiiiiii…n semoga.

Yuk kita pilih Gubernur kita sesuai dengan hati nurani masing2

My son’s bithday

July 10th, 2007 by fanfeiting79

Dzikir shubuh masih membasahi kerongkonganku, menebar sejuk ke seluruh jiwa, Rabb terima kasih masih memberikan jatah usia untuk merasakan kenikmatan-Mu di dunia fana ini.

Tiba2 hp masq berbunyi, duh siapa neh pagi2 dah ganggu aja. Mudah2an bukan tambahan agenda buat keluar (abis agak2 ga rela kalo belakangan ditinggal suami, msh pengen diskusi banyak hal terkait papan dan tsaqofah jg rencana masa depan yg belum rampung blue printnya, he.he.he gaya amat ya kayak manajer aza). But, semua salah besar. Di situ tertulis Hilmy’s 4th birthday. Masya Allah, aku lupa. duh makin meleleh aja air mata, cepat2 ke kamar memandangi wajah bulat anakku….

Ya Allah jadikan Mas Hilmy anak yang sholeh, jadikan ia org yg berguna bagi banyak orang, jadikan hatinya selalu terkait dengan Al Qur’an, jadikan ia imam yg baik buat para makmumnya. Jadikan ia penyejuk hati hamba, pengingat hamba, penawar luka hamba, contoh yang baik bagi adik2nya kelak.

Maafkan Ummi yg belum bisa mendidikmu dgn baik, yg sedari pagi meninggalkanmu utk bekerja. Betapa detik2 itu berlalu dgn cepatnya. Ummi hanya punya waktu 1 tahun lagi utk mengoptimalkan Golden Age-nya mas Hilmy.

Ah…….., mas Hilmy, belum lepas dr ingatan kala Ummi harus berjuang menahan sakit untuk melihatmu hadir. Semua sakit, semua luka hilang begitu mendengar tangis Mas tuk yg pertama kali.
Masih ingat jelas, saat2 ummi marah krn hp Abi terus-menerus bunyi, teman2 menanyakan kabar apa Mas sudah lahir. Kamu belum mau hadir, sampai sholat Jum’at selesai dan semua berkumpul akhirnya…….13.40, Jum’at 11 Juli 2003 mas lahir. Ada nini, aki, uwa, teteh, abi yang melepas Takbir.

Muhammad Hilmy Aminu Ummati, begitu kata Abi namamu. Panjang ya?? Biar do’anya banyak n terkabul. Amiiiiiiiii…n

Mas, Ummi berangkat kerja dulu ya?? Nanti Ummi telepon dr kantor, jangan suka jail sama Aisy, kata Ibu kemarin Aisy nangis karena diledekin terus.

Ya Allah, kabulkanlah do’a2 kami. Amiiiiiiiii…n

With Love, Ummu Hilmy

BT!!!!!!!!

July 1st, 2007 by fanfeiting79

BT, kok blogku ga kelihatan ya?? Ada hikmah di balik semua itu??

Cakra, maaf ya, aku ga bs dtg. Kalo hari Sabtu-minggu  jadwalnya dah di setting di awal bulan terkait budget. Jadi kalo ada yg nikah, agak2 susah ngatur waktu buat datang, krn bulan ini bulannya melepas lajang. Ayo siapa yang mau menggenapkan dien, menjadi Muhammad dan Khadijah yang nyata, yang memberikan teladan dijaman ini.

Kehilangan Semangat??

June 26th, 2007 by fanfeiting79

Setiap pagi lantunan ayat suci membangunkanku. Kira2 pukul 03.30an, yap rumahku tepat di seberang masjid. Karena suami selalu menginginkan sholat jama’ah tepat waktu, katanya juga membiasakan anak2 dengan hal2 yang baik.

Tapi, itu hanya rutinitas yang tanpa makna akhirnya. Karena tanpa dibarengi dengan hati, pemahaman yang terus ditambah, kepekaan yang terus diasah. Sehingga waktu yang berjalan tidak mampu menampilkan torehan prestasi beberapa tahun belakangan. Aku limbung, aku goyah, aku gamang…

Siraman kebaikan dari suami setiap hari, juga tausiyah pekanan tak mampu mengobati bencana kekeringan di hati, apakah ini jalan menuju kemunduran rohani, apakah ini akibat terlalu mementingkan dunia dan fisik semata???

Rabbi, bantu hamba tuk mengejar barisan orang2 sholeh yang telah jauh meninggalkan hamba, terlalu lama hamba berada dalam taman2 kehidupan yang semu, yang menjanjikan keteduhan dan kesejukan fatamorgana.

Mungkin sudah saatnya, aku kembali ke pompa2 ruhiyah, sejenak melepas rindu akan hiruk pikuk perjuangan di masa kuliah. Melihat kembali peta hidup yang telah kususun dan menambahnya dengan aktivitas ruhiyah yang lebih produktif.

BismiLlah……………….

Terima kasih buat suamiku, yang tak henti2 menyemangati diri, buat teman2 di fs yang terus memberi dukungan dan cintanya..

Semoga Allah kan menyatikan kita kelak di Jannah-Nya….

Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

Syair Renungan Untuk pria (suami)

June 26th, 2007 by fanfeiting79

Syair renungan
Untuk pria (SUAMI)

Karya : Enggar Tri W.

Pernikahan atau Perkawinan
Membuka Tabir Rahasia

Istri yang kamu nikahi
Tidaklah semulia Khadijah ra.
Tidaklah setaqwa Aisyah ra
Pun tidak setabah Fatimah ra

Justru istrimu hanyalah
Wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita
Menjadi shalehah.

Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya

Istri ladang tanaman, Kamu gembalanya

Istri hiasan ternak, kamu gembalanya

Istri adalah murid, kamu mursyidnya

Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya

Saat istri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya

Seketika istri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,

Seandainya istri tulang yang bengkok, Berhentilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Menginsyafkan kita perlu
Iman dan taqwa
Untuk belajar meniti
Sabar dan ridha
Allah swt karena memiliki istri
Yang tak sehebat mana, justru kamu
akan tersentak dari alpa,
kamu bukanlah Rasulullah saw
pun bukanlah Ali Karamallahu Wajhah

Cuma pria akhir zaman
Yang berusaha menjadi shaleh
Amien,